Ciri-ciri-kucing-demam

Ciri Ciri Kucing Demam

Mengetahui kucing kesayangan tiba-tiba nggak nafsu makan, badan panas dan tidur terus, membuat pemilik kucing khawatir. Ini kucing sakit apa? Apakah cuma sakit demam biasa atau sedang menderita penyakit kronis?

Biar kamu bisa membedakan kucing sakit demam atau kucing sakit yang lain, kami berikan sedikit edukasi tentang penyakit demam pada kucing. Penyakit demam pada kucing merupakan kondisi di mana sistem imun di dalam tubuh kucing bereaksi terhadap bakteri, kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, demam adalah tanda bahwa tubuh sedang bertahan dari serangan sesuatu. Berikut 10 ciri-ciri kucing demam.

1. Suhu Badan Kucing di Atas 39 Derajat Celsius

Kucing yang sedang demam memiliki suhu tubuh yang panas. Jika kamu memiliki termometer khusus kucing, coba ukur suhu tubuh kucing melalui duburnya. Masukkan termometer ke dubur kucing selama 2 menit dan baca hasil dari pengukuran termometernya.

  • Kucing sehat memiliki hasil pengukuran 38-39 derajat Celsius.
  • Kucing demam memiliki hasil pengukuran lebih dari 39 derajat Celsius.

Jika kucing kamu mendapatkan hasil pengukuran suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celsius, maka kucing positif terserang demam. Biasanya, kucing yang terserang demam juga mengalami gejala lain seperti menggigil, badan lemas dan penurunan nafsu makan.

Panik? Iya. Tapi, sebagai pemilik kamu harus tetap tenang. Jika demam kucing hanya disebabkan oleh penyakit ringan kamu dapat merawatnya di rumah. Kamu dapat memberikan obat penurun demam dan makanan basah premium untuk mempercepat pemulihan. Jika masih belum kunjung sembuh, silakan ikuti panduan cara mengobati kucing demam ini.

Jika kamu melakukan pengobatan dengan benar, dalam 3 hari biasanya kucing akan segera sembuh. Jika pengobatan di rumah belum membuahkan hasil, mau tidak mau kamu harus segera membawa kucing ke dokter hewan. Karena kemungkinan besar penyebab demam adalah infeksi bakteri. Jadi, butuh obat antibiotik yang sesuai penyakit yang diderita.

2. Kucing Menggigil dan Gemetaran

Ciri-ciri kucing demam berikutnya adalah tubuh kucing menggigil dan gemetaran. Kucing tidak kuat berdiri dan kaki kucing menggigil seperti kedinginan. Ciri fisik ini menunjukkan kucing sudah mengalami demam tinggi.

Hal yang bisa kamu lakukan adalah memindahkan kucing ke ruangan yang lebih hangat. Kamu bisa memberikan selimut dan penghangat. Saat masa istirahat, berikan multivitamin dan Royal Canin Recovery. Tujuannya agar kucing mendapatkan nutrisi terbaik dalam melawan penyakit yang menyebabkan demam.

3. Kucing Tidak Nafsu Makan

Ciri-ciri kucing demam berikutnya adalah kucing mengalami penurunan nafsu makan. Di sini, kucing masih mau bangun dan bergerak. Akan tetapi, saat memasuki jam makan, kucing hanya mendatangi mangkuk makannya dan makan sedikit lalu pergi.

Kalau kucing kamu sudah menunjukkan gejala tersebut, kamu wajib waspada. Karena kucing yang tiba-tiba nggak nafsu makan pasti punya masalah kesehatan. Pegang telinga kucing dan lihat mata kucing. Kalau kondisi telinga panas dan mata sayu, kucing kamu positif sedang demam.

Kamu wajib mengganti makanan kering menjadi makanan basah. Karena kucing demam butuh makanan yang cepat dicerna tubuh dan beraroma kuat.

4. Porsi Minum Kucing Berkurang

Kucing yang sedang demam juga memiliki ciri umum berupa dehidrasi. Kondisi tubuh yang panas dan menggigil, membuat kucing merasakan pusing dan tidak enak badan.

Jika tidak kunjung diobati, kucing hanya akan terus diam, dan menyendiri. Karena si kucing berpikir, lebih nyaman begini. Akibatnya, kucing jadi lupa minum. Apabila porsi minum kucing berkurang, kucing akan mengalami dehidrasi parah.

Kondisi ini memperburuk keadaan tubuh. Sehingga, mulai dari demam ringan, kucing bisa mengalami demam yang lebih berat hingga kejang. Hal ini karena sistem metabolisme tubuh kucing mengalami gangguan keseimbangan cairan tubuh. Maka dari itu, kalau kucing kamu demam, kamu harus rajin mengecek level dehidrasi kucing. Pastikan kucing tetap terhidrasi.

5. Tubuh Kucing Lemas dan Lesu

Kucing demam juga menunjukkan perilaku yang aneh. Kucing lebih banyak diam, kurang aktif dan terlihat lesu. Badan kucing sangat lemah. Saat kamu coba gendong atau kamu berdirikan, kaki kucing tidak mampu menopang tubuhnya.

Tubuh kucing yang lemah dan lesu ini akibat dari demam tinggi di dalam tubuh kucing. Di mana, metabolisme tubuh fokus dalam memerangi penyakit, kuman, bakteri atau virus yang masuk. Sehingga, energi untuk menggerakkan tubuh tidak tercukupi.

Jika kucing yang lemah mulai tidak doyan makan, kondisi tubuh kucing akan semakin parah. Badan kucing mulai mengecil dan berat badan menurun.

6.  Kucing Menjadi Suka Bersembunyi dan Menyendiri

Kucing yang sedang demam sering bersembunyi dan menyendiri. Ciri-ciri ini jelas terlihat pada kucing indoor yang awalnya sangat periang tapi tiba-tiba jadi pendiam. Saat kamu mengetahui perubahan perilaku tersebut, kamu wajib waspada.

Demam membuat kucing merasa pusing dan tidak enak badan. Jika kucing memaksakan diri untuk berjalan, kucing akan limbung. Secara naluri, kucing paham kondisi ini tidak baik dan butuh istirahat. Maka dari itu, kucing yang demam biasanya suka bersembunyi dari keramaian dan menyendiri.

7. Pernafasan Kucing Cepat dan Dangkal

Kucing yang terserang demam memiliki nafas yang cepat dan dangkal. Ciri-ciri ini sangat mudah terlihat secara kasat mata. Perhatikan saja kembang kempis perut kucing yang sedang tidur akibat terserang demam. Perut kucing akan mengembang dan mengempis dengan ritme cepat dan tidak normal. Berbeda dengan kucing sehat lainnya.

Kenapa bisa begitu? Ini berhubungan dengan metabolisme dan kesehatan organ tubuh kucing. Saat kucing terserang demam, kucing mengalami pengeluaran cairan tubuh dalam jumlah besar. Artinya, keseimbangan osmosis tubuh kucing terganggu.

Gangguan metabolisme dan osmosis di dalam tubuh kucing mempengaruhi kerja organ tubuh. Akibatnya, jantung kucing berdebar lebih kencang, suplai oksigen ke dalam tubuh kucing tidak stabil dan kucing bernafas terengah-engah.

8. Telinga Kucing Terasa Panas

Ciri-ciri kucing demam selanjutnya adalah telinga kucing terasa panas. Kucing yang mengalami demam memiliki suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celsius saat diukur dengan termometer dubur. Ternyata suhu panas tersebut menyebar ke seluruh tubuh kucing.

Bagian yang paling mudah kamu rasakan secara fisik melalui sentuhan adalah daun telinga kucing. Jika kucing demam, daun telinga kucing akan terasa panas. Hidung kucing pucat pasi. Mata kucing sayu dan berair.

9. Kucing Mengalami Nyeri Otot

Kucing yang terserang demam juga mengalami nyeri otot. Di mana, kucing akan merasakan sakit di berbagai persendian dan nyeri otot. Jika kamu ahli dalam memijat syarat, kamu akan bisa merasakan beberapa keanehan pada otot di kaki dan di tubuh kucing yang mengalami demam.

Otot-otot di tubuh kucing seperti kaku dan tegang. Dan kucing merasa kesakitan saat kamu salah dalam posisi menggendong atau mengangkatnya. Ya, namanya juga sakit, pasti tubuh rasanya nggak karuan.

10. Kucing Mengalami Gejala Lain, seperti Muntah, Diare dan Flu

Selain kesembilan ciri-ciri kucing deman di atas, ada gejala lain yang biasanya menyertai kucing demam. Karena demam adalah reaksi tubuh dalam melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh kucing.

Beberapa gejala lain yang menyertai kucing deman adalah muntah, diare dan flu. Bisa dibilang, kalau kucing mengalami flu, dan diare, kucing pasti juga mengalami demam. Dan kucing yang sakit sampai muntah-muntah, kucing juga mengalami demam. Seperti, gejala penyakit dalam satu paket.

Begitulah 10 ciri-ciri kucing demam. Jika kucing masih demam ringan, kucing dapat segera pulih dengan mengonsumsi makanan basah premium dan multivitamin. Jika demam kucing dalam kondisi sedang, kasih saja obat penurun panas. Jika dalam 3 hari, demam belum kunjung mereda, segera bawa kucing ke klinik dokter hewan untuk mendapatkan perawatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *