Epoxy Anti-Static

Memilih lantai yang tepat untuk kebutuhan Anda bukanlah hal yang mudah. Bahkan bisa jadi, proses menentukannya menjadi satu pekerjaan yang rumit.

Selain mempertimbangkan pemilihan warna dan bahan yang berkualitas, mungkin ada beberapa persyaratan kinerja khusus yang harus juga dipertimbangkan, terutama jika lantai tersebut nantinya dapat digunakan untuk lalu lintas yang sensitif seperti perawatan kesehatan atau proses berlangsungnya manufaktur yang cukup rumit.

Untuk industri yang membutuhkan lantai epoxy anti-static ini perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu epoxy anti-static sebelum lebih jauh mengaplikasikannya.

Epoxy Lantai Anti Static: Pengertian dan Cara Kerja

Apa Itu Lantai Epoxy Anti-static?

Lantai yang dilapisi epoxy anti-static bekerja dengan menghambat pembentukan pelepasan suatu muatan positif dan negatif dari listrik atau ESD, yang merupakan denyut listrik static.

Hal ini dapat terjadi ketika seseorang atau suatu permukaan yang ada bersentuhan dengan benda lain. Pelepasan muatan listrik dapat terlihat dengan percikan atau suatu kilatan listrik kecil biasanya berwarna biru, meskipun umumnya sebagian besar listrik static tidak terlihat.

Dalam banyak kasus yang terjadi, pelepasan listrik static memang tidak berbahaya, apalagi jika itu menyebabkan sedikit kesakitan apabila terjadi.

Sayangnya, di suatu lingkungan tertentu, pelepasan muatan listrik static dapat dikatakan sangat berbahaya dan bahkan bisa berpotensi menimbulkan suatu bencana.

Untuk kasus tersebut sangat disarankan memasang lantai epoxy anti-static. Dengan menerapkan lantai epoxy anti-static Anda dan seluruh karyawan yang terlibat di dalamnya akan merasa aman.


Siapakah yang Membutuhkan Lantai Epoxy Anti-static?

Nah, banyak perusahaan mungkin mempertimbangkan opsi penggunaan lantai anti-static karena berbagai alasan, industri tertentu memerlukan lantai anti-static sebagai tindakan atau upaya pencegahan keamanan yang paling dasar.

Produsen dan pengolah bahan kimia di laboratorium, serta bisnis apapun yang mungkin menggunakan bahan kimia atau bahan yang mudah terbakar dalam operasionalnya, perlu menciptakan lingkungan kerja bebas dari listrik static untuk menghindari terjadinya penyulutan bahan-bahan kimia, asap, atau bahkan partikel mikroskopis yang mudah terbakar.

Pelepasan muatan listrik static dapat membuat komponen elektronik sensitif menjadi tidak berguna, sehingga perusahaan yang terlibat dalam produksi atau perakitan semikonduktor atau barang elektronik memerlukan lantai anti-static.

Selain itu, setiap operasional yang mengandalkan penggunaan barang elektronik khusus tanpa gangguan atau terjamin, seperti rumah sakit atau ruang kendali lalu lintas udara, harus berhati-hati untuk menghindari listrik static.

Contoh lain dari industri yang membutuhkan lantai epoxy anti-static sebagaimanna saran dari epoxynesia.com, di antaranya: industri pembuatan amunisi atau kembang api, mikromekanik, operasi militer, lensa optik, laser, film fotografi, farmasi, bioteknologi, pembuatan implan bedah, lingkungan medis, dan bahkan beberapa lingkungan produksi makanan dan minuman.


Bagaimana Cara Kerja Lantai Epoxy Anti-static?

Nantinya, lantai yang diepoxy dengan sifat anti-static mampu menyerap listrik static yang terbentuk alami di lingkungan apapun dan selanjutnya listrik tersebut dipindahkan dari lantai ke tanah.

Dengan proses ini, maka penggunaan lantai epoxy anti-static dapat mencegah ESD menumpuk dan melepaskannya ke lingkungan. Hat-hati dengan listrik static, karena Ia dapat merusak barang-barang di sekitar dan dapat membahayakan keselamatan manusia jika dalam jumlah yang besar.

Kita akan selalu menjumpai kehadiran listrik static, baik yang berdada di indoor maupun semi outdoor.

Di indoor misalnya, Anda akan jumpai pada karpet kantor, gudang, ruangan yang dilewati mesin-mesin otomatis suatu pabrik. Sementara pada semi-outdoor biasanya ditemukan pada area parkir yang dilewati kendaraan hampir setiap harinya.

Mayoritas pelepasan muatan listrik static di bawah 3.500 volt dan umumnya sama sekali tidak terdeteksi oleh kebanyakan orang, jadi Anda mungkin bahkan tidak menyadari sebagian besar kemungkinan ESD berbahaya yang terjadi di sekitar.

Lantai epoxy anti-static, bagaimanapun, mampu menangkap semua muatan tersebut dan memindahkannya sebelum menyebabkan reaksi.


Proses Epoxy Lantai Anti-Static

Proses epoxy lantai anti-static dimulai dari grinding epoxy yakni membuka pori-pori atau mengupas cat epoxy yang sudah lama. Anda bisa gunakan diexit dengan HCL, tapi perlu diperhatikan bahwa penggunaan HCL akan memberikan efek samping berupa kerapuhan pada beton karena korosi yang disebabkan oleh zat asam dalam kandungan HCL.

Selanjutnya mengaplikasikan epoxy primer yang terdiri dari dua komponen yakni epoxy itu sendiri dan hardener. Kemudian, memasuki proses pendempulan yakni proses menutupi lubang-lubang kecil dan keretakan pada lantai dengan menggunakan scrap atau raskam. Terakhir, aplikasikan pada lapisan atas dengan epoxy yang diratakan dengan rol atau kuas terbaik.

Itu dia bahasan mengenai epoxy anti-static yang dapat kami sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mencari informasi mengenai dunia konstruksi khususnya epoxy anti-static. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Oh Iya, jika Anda ingin bertanya, tinggalkan pertanyaan pada kolom komentar di bawah yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *