Fakta Pesantren Langitan Tuban

Pesantren Langitan adalah salah satu pesantren di Indonesia yang terkenal. Ada banyak alasan yang membuat pesantren ini terkenal. Salah satunya banyak tokoh besar yang pernah menimba ilmu di pondok pesantren ini.

Pesantren ini terletak di Jalan Langitan, Slawe, Tuban, Provinsi Jawa Timur. Jika tertarik untuk mengetahui informasi mengenai pesantren ini, Anda bisa mencari tahu melalui website resmi pesantren. Terutama jika tertarik untuk mendaftar sebagai santri.

Fakta dari Pesantren Langitan

  1. Dibalik Nama “Langitan”

Bagi yang sering mendengar nama pesantren ini pastinya bertanya-tanya mengapa diberi nama “langitan”. Apakah ada hubungannya pesantren dengan langit? Nama ini diawali ketika pesantren berdiri di Widang, ada dua papan nama menggunakan bahasa Jawa. 

Papan nama itu adalah plang kulon dan plang wetan. Nama plang wetan tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal nama “langitan” sebagai nama pondok pesantren. Awalnya, pondok ini merupakan surau kecil di mana pendirinya KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmu untuk orang sekitar.

  1. Pesantren Pencetak Tokoh-Tokoh Besar

Dalam waktu sekitar setengah abad berdirinya pesantren ini, pondok ini semakin berkembang pesat. Kemudian, pesantren ini menjadi sebuah lembaga pendidikan agama Islam yang populer, baik di Indonesia maupun luar negeri. Pesantren di Tuban ini juga banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. 

Tokoh-tokoh tersebut awalnya adalah santri yang menimba ilmu dan beberapa di antaranya menjadi seorang pendidik. Beberapa tokoh besarnya yaitu, KH. Hasyim Asy’ari yang mendirikan organisasi NU, KH. Kholil Bangkalan, dan masih banyak lagi.

  1. Fasilitas Pendidikan Lengkap

Sebagai tempat untuk mencari ilmu, pesantren ini juga memiliki fasilitas pondok dan sekolah yang lengkap. Keberadaan ini pastinya ditujukan agar santri bisa lebih mudah dan terfasilitasi saat menuntut ilmu. 

Beberapa fasilitas yang ada yaitu asrama santri, masjid, kantor, gedung sekolah, dapur, koperasi santri, lapangan, laboratorium, sampai klinik kesehatan. Pesantren Langitan ini memang bukan pesantren modern atau boarding school. Di sini, para santri diajarkan hidup dalam kesederhanaan.

  1. Sistem Pendidikan

Dilansir dari pesantrenterbaik.com, Terdapat 3 tingkatan pendidikan di pondok pesantren ini, yaitu MI, MTs, dan MA. Sistem pendidikan yang berlaku di sini adalah salaf. Salaf merupakan sistem pendidikan tradisional dan fokus pada materi ilmu agama.

Ciri khas dari sistem pendudukan ini yaitu penguasaan kitab kuning atau yang lebih dikenal sebagai kitab gundul. Pada sistem pendidikan salaf, hubungan kyai dan santri jauh lebih dekat daripada di pesantren modern. 

Pasalnya, kyai atau ustadz memiliki peran sebagai edukator karakter, pengajar ilmu agama, serta pembimbing rohani.

  1. Biaya Pendidikan

Informasi yang paling banyak ditanyakan adalah mengenai biaya pendidikan di pesantren ini. Seperti pesantren tipe salaf lainnya, biaya sekolah di sini terbilang murah daripada pesantren modern. Bahkan, sistem seleksi yang diadakan juga tidak rumit. 

Umumnya, semua santri yang mendaftar akan diterima untuk belajar di sini. Biaya untuk masuk pesantren sekitar Rp600-700 ribuan. Biaya ini juga tergantung dengan jenjang yang dipilih.

  1. Pesantren Kawasan Tanpa Rokok

Fakta unik dan terbaik dari Langitan adalah adanya larangan merokok di kawasan pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman. Bukan hanya santri saja, bahan mengajar juga harus mentaati peraturan ini.

—–

Ada banyak orang yang tertarik ingin mengetahui profil dari Pesantren Langitan. Biaya masuk pesantren yang murah menjadikan pesantren ini sebagai pesantren favorit untuk menimba ilmu agama yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *