Tips-merawat-kucing-rutin-mengajak-kucing-bermain

Tips Merawat Kucing

Tidak sedikit orang yang ingin memelihara kucing karena lucu dan menggemaskan.  Sayangnya, banyak yang kurang tahu bagaimana cara merawat dan memelihara kucing dengan benar. Akibatnya, kucing jadi kurus, mudah sakit lalu mati. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu perlu tahu tips dari praktisi kucing agar kucing kamu selalu sehat dan terawat. Berikut 10 tips merawat kucing untuk pemula yang kami kutip dari goldenmaze.net.

1. Mempelajari Ras Kucing yang Kamu Pelihara

Mempelajari ras kucing yang kamu pelihara Tips Merawat Kucing

Saat kamu memelihara kucing, hal pertama yang wajib kamu ketahui adalah ras atau jenisnya. Kenapa? salah satu alasannya adalah karena cara perawatannya berbeda.

Misalnya, antara kucing persia dan kucing kampung. Kucing persia butuh perawatan lebih teratur terutama untuk bulunya dibandingkan dengan kucing kampung.

Apa hanya itu? Tentu saja tidak.

Masing-masing jenis kucing memiliki sifat/karakter, ketahanan tubuh dan habitat yang berbeda. Contohnya, kucing bengal butuh ruang gerak lebih luas dibandingkan kucing persia.

“Setelah saya tahu ras atau jenis kucing, lalu, apa yang perlu saya lakukan?”

Cari tahu bagaimana cara perawatan yang tepat. Kamu bisa mendapatkan informasi dari berbagai sumber, di antaranya:

  • Website seperti Cat Time.
  • Bertanya langsung ke dokter hewan.
  • Tanya ke komunitas pencinta kucing atau ke teman yang memiliki ras kucing yang sama.

Jika perlu kamu bisa kok menyiapkan catatan khusus tentang kucing. Mulai dari kebiasaan hingga masalah kesehatan seperti alergi yang dialami. Dengan begitu, kamu bisa memberikan perawatan yang tepat untuk kucing kamu.  

2. Memberikan Makanan dan Minuman yang Berkualitas

Pakan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan kucing. Karena itulah, kamu tidak boleh memberikan sembarang pakan.

Kamu perlu tahu dulu, apa yang boleh dan tidak boleh untuk diberikan ke kucing. Misalnya, kamu tidak boleh memberikan serat terlalu banyak mengingat kucing merupakan karnivora murni.

Lalu, makanan apa yang tepat? Tentunya makanan dengan protein dan taurin tinggi, seperti:

  • Daging ayam tanpa kulit.
  • Daging sapi atau kambing tanpa lemak.
  • Hati.
  • Telur ayam yang dimasak.
  • Tuna.

Bahan makanan di atas bisa kamu olah sendiri, diberikan secara mentah. Kalau kamu hendak memberikan makanan secara mentah, sebaiknya kamu konsultasikan dengan dokter hewan. Dengan begitu, kamu bisa menghindari masalah kesehatan yang mungkin akan muncul, seperti alergi.

Kalau home made food terlalu ribet, apalagi waktu kamu terbatas, kamu bisa kok memilih dry food atau wet food. Kamu bisa memberikan dry food dan wet food secara selang seling atau dikombinasikan agar:

  • Kucing tidak bosan.
  • Menjaga kesehatan kucing terutama gigi dan gusi.

“Kalau membuat homemade food, bolehkan dicampur dengan sayur, misalnya dengan dikukus lebih dulu?”

Boleh!

Ada beberapa jenis sayur yang bisa kamu pilih, di antaranya:

  • Bayam, kecuali untuk kucing dengan masalah ginjal dan kandung kemih agar tidak menyebabkan batu ginjal.
  • Wortel.
  • Brokoli.
  • Kacang hijau.
  • Labu.
  • Kacang polong.

Selain makanan, kamu juga perlu memperhatikan tentang minuman. Berikan air yang bersih. Jangan lupa untuk mengganti air minum setiap hari dan saat kotor ya.

Untuk penyediaannya, kamu perlu menggunakan wadah bersih. Kalau bisa, ganti wadah makan dan minum dengan bahan kaca atau stainless. Alasannya, bahan tersebut memiliki pori lebih rapat sehingga mengurangi kotoran masuk ke pori wadah makan dan minum.

Jangan lupa untuk menyesuaikan makanan dengan kondisi kucing, seperti usia dan kesehatannya karena kebutuhan gizinya berbeda. Dengan begitu, kucing kamu akan tumbuh dengan baik dan sehat.

3. Menyediakan Tempat Tinggal yang Nyaman dan Aman

Tips merawat kucing menyediakan tempat tinggal yang nyaman Tips Merawat Kucing

Salah satu alasan kucing tetap sehat dan bebas stres adalah memiliki tempat tinggal yang nyaman. Karena itu, kamu perlu menyiapkan tempat tinggal yang aman dan nyaman sesuai jenis kucing.

“Kok sesuai jenis kucing?”

Ini karena masing-masing kucing memiliki habitat dan karakteristik yang berbeda. Misalnya kucing anggora lebih aktif dibandingkan dengan kucing persia. Karena itu, kamu perlu menyediakan tempat yang memungkinkan kucing anggora beraktivitas.

Bagaimana jika tidak? Jika tidak, kucing kamu bisa stres, tidak nyaman dan kemudian pergi dari rumah.

Perlu kamu tahu, tempat tinggal yang nyaman tidak sekedar tempat untuk kucing tidur ya. Kamu juga perlu menyediakan litter box yang bersih dan cukup besar untuk digunakan.

Pastikan kamu membersihkannya setiap hari. Dengan begitu, litter box tetap bersih dan kucing kamu mau pup dan buang air kecil pada tempatnya.

4. Menyediakan Scratching post

Tips merawat kucing menyediakan scratching post Tips Merawat Kucing

Salah satu kebiasaan kucing yang perlu kamu waspadai adalah menggaruk atau scratching. Menurut Humanesociety.org, alasan kucing melakukan scratching, yaitu:

  • Mengekspresikan emosinya.
  • Mengurangi stres.
  • Menandai wilayah.
  • Membuang bagian yang rusak atau mati pada kuku kucing.

Kebiasaan menggaruk tersebut tak jarang membuat pemilik, seperti saya, harus putar otak! Kalau dibiarkan, perabotan saya yang rusak, kalau dilarang, kucing bisa stres.

“Bukannya scratching bagus untuk kucing?”

Memang, tapi, kebiasaan scratching tersebut kerap kali dilakukan di sofa atau jok motor. Oh no!

Agar kamu tidak mengalami kejadian seperti saya, kamu perlu menyiapkan scratching post baik yang berbentuk vertikal atau horizontal. Agar terbiasa, kamu tentu perlu mengenalkan scratching post ke kucing kamu ya.

Kamu bisa kok menaburkan atau menyemprotkan catnip di tempat scratching untuk menarik perhatian kucing kesayangan. Jadi, kucing kamu akan tertarik lalu terbiasa scratching di situ.

Lalu, di mana harus meletakkan scratching post?

Jika kucing kamu suka mencakar di sofa, maka letakkan scratching post di dekat sofa. Kalau suka mencakar tembok, letakkan di dekat tembok. Dengan begitu, perabotan kamu tetap aman dan kucing tetap bisa scratching dengan nyaman.

5. Melatih Kucing Setiap Hari

Tips merawat kucing melatih kucing setiap hari Tips Merawat Kucing

Kalau kamu belum tahu, kucing termasuk salah satu hewan yang susah diatur. Kucing seperti memiliki pemikiran sendiri dan melakukan yang mereka mau sesuka hati.

Namun, bukan berarti kucing tidak bisa diatur dan menjadi penurut. Bisa kok tapi butuh waktu.

Kamu bisa mulai melatih kucing untuk pup dan buang air besar di litter box. Mulai latih dari kecil dan lakukan setiap hari agar kucing terbiasa.

Setelah itu, kamu bisa secara perlahan dan rutin melatih kucing untuk melakukan hal tertentu. Misalnya, duduk sebelum diberi makan atau snack. Kamu bisa memberikan imbalan seperti elusan atau snack setiap kali kucing kamu mampu berlatih dengan baik.

Jangan ragu untuk bersikap tegas terutama ketika kucing kamu melakukan hal yang negatif, seperti pup sembarangan. Dengan begitu, kucing kamu akan paham, mana yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan.

6. Jangan Lupa untuk Mengajak Kucing Bermain

Tips merawat kucing rutin mengajak kucing bermain Tips Merawat Kucing

Kucing, baik domestik hingga kucing liar, termasuk hewan yang suka bermain. Kenapa? Karena lewat bermain, kucing bisa:

  • Menyalurkan energinya.
  • Mengurangi stres.
  • Membantu menyalurkan insting berburu.
  • Agar kucing tetap aktif bergerak sehingga kesehatan tetap terjaga.
  • Memperkuat bonding antara kamu dengan kucing kesayangan.

Lalu, mainan apa yang harus disediakan? Mainan untuk kucing kamu tidak perlu mahal.

Kamu bisa membeli mainan di pet shop atau membuat sendiri. Misalnya, membuat rumah-rumahan dari kardus.

Kamu juga bisa menggunakan papan kayu dan diletakkan di dinding rumah agar kucing kamu bisa bergerak aktif.

Apa pun mainan kucing yang kamu pilih, pastikan tetap aman untuk kucing ya. Dengan begitu, kucing bisa bermain dengan leluasa, aman dan nyaman.

7. Memberikan Obat Cacing Setiap 3 Bulan Sekali

Tips merawat kucing memberikan obat cacing setiap 3 bulan sekali Tips Merawat Kucing

Cacingan menjadi salah satu masalah kesehatan pada kucing yang paling sering ditemui. Penyebabnya bisa disebabkan karena cacing pita, cacing pipih, cacing gelang.

Lalu, kenapa harus segera diatasi? Agar kucing tidak mengalami masalah kesehatan seperti, berat badan menurun, muntah dan diare. Di sisi lain, bukan mau menakuti, ada beberapa jenis cacing seperti cacing pita bisa menular ke manusia.

Karena alasan kesehatan, untuk kucing dan manusia, kamu perlu memberikan obat cacing per 3 bulan sekali. Kalau kucing kamu termasuk kucing outdoor, kamu bisa memberikan obat cacing per sebulan sekali untuk perlindungan optimal.

Ada obat cacing kucing berbentuk tablet dan cair. Misalnya, Drontal untuk jenis tablet dan Albenworm Cat Syrup untuk bentuk cair. Kamu bisa memilih jenis obat cacing kucing yang menurut kamu efektif dan mudah diberikan ke kucing.

Dalam pemberian obat cacing tersebut, kamu perlu memperhatikan:

  • Kondisi kucing, misalnya apakah ada penyakit ginjal, hamil atau menyusui.
  • Usia.
  • Berat badan kucing.
  • Kebiasaan kucing dan cara hidup, apakah indoor atau outdoor.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memberikan obat cacing ke kucing? Kamu bisa mulai memberikan obat cacing untuk kucing saat usia 4, 6, 8 minggu. Kemudian, ulangi saat usia 4 dan 6 bulan.

Setelah itu berhenti memberikan obat cacing? Tidak. Kamu bisa memberikan obat cacing secara berkala per 1-6 bulan sekali.

Kenapa begitu? Karena situasi dan kondisi kucing berbeda.

Jika kamu mampu menjaga kucing di dalam ruangan, kamu bisa memberikan obat cacing per 6 bulan sekali. Jadi, sesuaikan pemberian obat cacing dengan kondisi kucing secara menyeluruh ya.

8. Menjaga Kebersihan Kucing

Kucing memang bisa membersihkan tubuhnya sendiri dengan cara menjilat. Sayangnya, kucing tidak mampu grooming dan menjangkau seluruh tubuh. Apalagi, jika kucing sedang sakit dan badannya besar.

Untuk membersihkan kucing secara menyeluruh, misalnya dari kutu, maka kamu perlu melakukan grooming.

Apa grooming hanya sebatas memandikan kucing? Tidak.

Proses grooming mencakup pemotongan kuku, menyisir bulu kucing, membersihkan telinga, memandikan dan menyikat gigi, mengeringkan dan memotong bulu.

Dilakukan berapa kali? Kamu bisa melakukan grooming 1-2 minggu sekali. Namun, rentang waktunya tergantung juga dari kondisi kucing.

Misalnya kucing kamu termasuk kucing outdoor, kamu bisa memandikan kucing per 3-7 hari sekali agar bersih.

Namun, kapan harus memandikan kucing? Untuk memandikan kucing, kamu perlu menunggu hingga usia kitten mencapai 8 minggu saat imun tubuh sudah kuat.

Tips saat grooming yang bisa kamu aplikasikan:

  • Saat memotong kuku kucing, jangan sampai mengenai daging yang ada di bagian dalam.
  • Potong kuku kucing terutama sebelum kamu memandikan kucing untuk mengurangi cakaran ketika proses mandi.
  • Gunakan sisir kucing dari logam terutama untuk kamu yang ingin membersihkan kutu dari bulu kucing.
  • Bersihkan area telinga bagian dalam dan gunakan obat tetes telinga untuk membersihkan secara menyeluruh.
  • Untuk kucing bulu panjang seperti persia, bersihkan area wajah terutama hidung dan mata setiap hari.
  • Sisir bulu kucing setiap hari terutama untuk kucing bulu panjang agar bulu tidak menjadi gimbal.
  • Saat proses pengeringan, pastikan bulu kucing kering hingga ke bagian dalam agar tidak menyebabkan jamur dan masalah kulit lainnya.
  • Kalau kamu punya kucing bulu panjang, sesekali bisa memangkas bulunya. Dengan begitu, kucing kamu tidak hanya sehat dan bersih tapi juga rapi.

9. Memperoleh Vaksinasi Kucing

Mempelajari ras kucing yang kamu pelihara Tips Merawat Kucing

Tidak sedikit pemilik kucing baru yang skip vaksinasi pada kucing karena faktor tertentu, misalnya biaya. Padahal, vaksin pada kucing bisa membantu memperkuat sistem imun kucing. Jadi, kucing tidak mudah sakit.

Ada 2 jenis vaksin untuk kucing, yaitu:

  • Vaksin Inti

Vaksin inti merupakan vaksin yang direkomendasikan untuk semua kucing. Ada 5 jenis vaksin yang termasuk sebagai vaksin inti, yaitu:

  • Vaksin rabies.
  • Vaksin FVRCP.
  • Vaksin FPV.
  • Vaksin FHV-1.
  • Vaksin FCV.

Pemberian vaksin pertama dilakukan ketika kucing kamu sudah berusia 6-8 minggu. Jika sudah vaksin untuk pertama kalinya, maka kucing sebaiknya tidak dibiarkan keluar rumah atau bertemu kucing lain.

Kenapa? Tujuannya agar kekebalan tubuh dari vaksin bisa terbentuk dengan sempurna.

Suntikan kedua dilakukan setelah 3-5 minggu dari vaksinasi pertama. Kemudian, kucing kamu bisa memperoleh suntikan lanjutan ketika berusia 12-16 minggu.

  • Vaksin non-inti

Vaksin non-inti atau vaksin non esensial diberikan ke kucing berdasarkan pada gaya hidupnya. Misalnya apakah kucing kamu termasuk indoor atau outdoor agar kucing mendapatkan perlindungan penuh.

Ada 3 jenis vaksin non-inti, yaitu:

  • Klamidia.
  • FeLV.
  • Bordetella.

Ada beberapa catatan penting yang perlu kamu tahu, yaitu:

  • Pemberian vaksin wajib dikonsultasikan lebih dahulu dengan dokter hewan.
  • Kitten perlu divaksin ketika memasuki usia 6-16 minggu.
  • Pemberian vaksin penguat dilakukan 1 tahun kemudian.
  • 2 dosis vaksin diberikan dengan rentang 3-4 minggu jika kucing usia di atas 16 minggu tidak punya  riwayat vaksin.
  • Terdapat efek samping dari pemberian vaksin pada kucing, yaitu alergi ringan seperti gatal dan reaksi alergi berat, misalnya diare.
  • Hindari untuk grooming di pet shop sebelum vaksinasi agar bisa terlindungi dengan baik.

10. Melakukan Pemeriksaan Rutin Setidaknya 1 Tahun Sekali

Tips merawat kucing rutin melakukan pemeriksaan ke dokter minimal 1 tahun sekali Tips Merawat Kucing

Walaupun kucing kamu sudah divaksin, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin setidaknya 1 tahun sekali.

Kenapa? Agar kamu mengetahui kondisi kucing secara menyeluruh. Misalnya ditemukan penyakit pada ginjal kucing, maka kamu bisa melakukan penanganan sebelum terlambat.

Selain melakukan pemeriksaan rutin di dokter hewan, kamu bisa kok melakukan pemeriksaan bulanan di rumah. Caranya dengan mengecek 5 hal berikut:

  • Berat dan timbunan lemak di bagian pangkal paha.
  • Bulu dan kulit.
  • Mata dan telinga.
  • Gigi dan gusi.
  • Tonjolan pada tubuh

Jika dari pemeriksaan bulanan tersebut kamu menemukan hal aneh, misalnya kucing terlalu gemuk, maka bawa ke dokter hewan. Dengan begitu, kucing bisa segera mendapatkan pengecekan menyeluruh dan penanganan yang tepat.

Jika kamu bisa mengaplikasikan 10 tips merawat kucing untuk pemula di atas, kucing kamu bisa lebih sehat, panjang umur dan bahagia. Semoga informasi ini bisa membantu kamu dan see next time!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *